Selasa, 20 Januari 2015

?_? Had!ah Terakh!r ?_?

?_? Had!ah Terakh!r ?_?


Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh


     “Bang... liat apa yang ummi bawa ni”. Ustazd muda yang tengah tenggelam dalam pembacaannya itu menoleh separuh terkejut. Isterinya menghampirinya seraya menghulurkan sebungkus plastik hitam berisi kotak. Sejenak dia memandang isterinya dengan penuh tanda tanya, sementara isterinya hanya tersenyum kecil membalas pandangan suaminya yang tercinta.
     “Apa ni ummi”. “Untuk abanglah... buka dan liatlah isinya”. Segera ia membuka bungkusan itu dengan penuh rasa ingin tahu. Sepasang sandal kulit baru. Tertegun ia sejenak. “Ummi liat sendal abang dah rusak. jadi ummi belikan yang baru ni. Nanti abang pakai untuk sholat hari raya idhul adha ya bang ....” kata isterinya dengan mata bersinar penuh harapan.
     Tersentak rasa hatinya... rasa haru menyusup kesegenap jiwa sudut jiwanya. Dalam keadaan ekonomi yang sebegini, isterinya masih sempat mempergunakan uang belanja untuk membelikan sesuatu yang memang sangat dia perlukan. Sandalnya memang sudah waktunya untuk diganti. Sudah dua kali terputus. Yang terakhir, waktu ia memakainya kemarin, tali sandalnya yang kanan hampir terputus. Terpaksalah dia menjinjit sandal itu dan pulang dengan kaki kanannya berkaki ayam. Padahal, waktu itu panas terik dan Ya Allah, panasnya sampai terasa hampir melepuh telapak kakinya. Keinginan untuk menggantikan dengan yang baru memang ada, tetapi ia singkirkan sementara. gakpapa.. masih bisa dibaiki... gumamnya sendiri. Tetapi sebetulnya bukan itu sebab utamanya, melainkan kerana masalah keuangan yang belum ada. Banyak lagi keperluan lain yang perlu dipenuhi. Apalagii saat ini mereka sedang menantikan kehadiran anak pertama. Isterinya sedang hamil sembilan bulan.. tinggal nunggu harinya.“Bagus ummi.. tentu harganya mahal ya?..” “Jangan fikirkan soal harganya, gak ada salahnyakan sekali sekali membelikan sesuatu yang terbaik untuk abang”. “Terima kasih yea ummi...” katanya gembira sambil memeluk isterinya penuh kasih.
      Ustadz muda itu merasagelisah. hari ini,sudah 7 hari isterinya ditahan di kamar pasien. Menurut doktor keadaan isterinya sangat lemah dan dikhuatiri akan menghadapi masalah pada saat melahirkan nanti. Pagi tadi air ketubannya pecah dan sedari pagi ia tidak beranjak dari sisi isterinya. Hatinya berdebar kencang tidak menentu. Apabila ia menatap wajah isterinya, batinnya tersentuh haru. Isterinya terbaring lemah, matanya terpejam rapat, nampak kurus dan pucat. Berbeda dengan kerudung labuh berwarna biru muda yang dipakainya. “Tapi kau masih tetap nampak cantik, Mi..” bisik hatinya.Sementara itu sayup-sayup terdengar suara takbir dikumandangkan.Tiba-tiba isterinya membuka mata. Senyumannya menghiasi wajahnya bila terlihat sang suami disisi.
     “Pukul berapa sekarang bang?... tanya isterinya lirih. “Hampir pukul 12. Gimana keadaanmu, Ummi?”. “Tak sabar rasanya ingin dengar tangisan anak kita bang...”. “Sabarlah... InsyaAllah, semuanya akan berjalan dengan lancar”. “Amin...” jawab isterinya lemah. “Bang,besok Hari Raya Idhul adha kan?”. “Ya.. tu suara takbir kedengaran”. “Sebaiknya abang balik dulu, istirahat dirumah. Besokkan abang bisa berkhutbah di Hari Raya. Jangan risau tentang Ummi. Abang pun harus jaga kesehatan... kurang tidurkan sejak akhir-akhir ni, nanti abangpun jatuh sakit”.
     Abang rasa, abang mau orang lain yang gantiin jadi Khatib besok, abang akan memberitahu Pengerus Masjid pagi esok mengenai hal ni... penggantinya pun udah ada”. “Jangan bang... Ummi minta tolong bang, jangan batalkan..”. “Tapi gimana dengan Ummi?”. “Jangan risau tentang Ummi. Seperti yang abang katakan tadi, insyaAllah, semuanya akan berjalan dengan lancar. Ummi pun dah ngrasa lebih baek. Ummi harap abang tetap dapat melaksanakan tanggungjawab abang dengan baik. Ummi akan kecewa kalau abang batalkan.”. “Tapi, siapa akan menjaga Ummi?”. “Bukankah semua telah kita serahkan kepada Allah Ta Ala Dialah sebaik-baik penjaga dan pemelihara makhlukNya”. “Baiklah”. Ustazd muda itu akhirnya mengalah. “Alhamdulillah.. doakan anak kita sehat dan selamat ya bang..”. “Sudah tentu Ummi”. “Satu lagi bang... sandal yang Ummi belikan besuk dipakai ya...”. Dia hanya mampu tersenyum dan mengangguk. Mata isterinya yang berkelopak cengkung itu kembali bersinar.
      Hanya tinggal beberapa orang jamaah yang masih berada di masjid itu. Ustaz muda itu merasakan sesuatu yang dingin meresap dalam hatinya. Kegelisahan yang sejak beberapa saat tadi terasa mencengkam, enggan menyingkir dalam dirinya, kini hilang dan terasa ringan beban pikirannya. Doanya khusyuk dan saat ia berdoa khusus untuk isterinya dan bayi yang bakal lahir, tanpa terasa matanya basah. Basah oleh kedamaian yang menguasai jiwanya. Kemudian dia bangkit perlahan-lahan.Suasana perkarangan masjid telah sepi. Ketika dia melangkah keluar, tertegun sesaat lamanya. Eh, mana sandalku?. Sibuk dia mencari di segenap sudut. Tadi dia meletakkan sandalnya di sini, di sudut ini. Tapi gak ada juga. Yang tinggal hanya 3 pasang sendal yang rusak.
     “innalillahi wa inna ilaihirajiu’un.” Gumamnya lirih setelah beberapa lama mencari tapi nihil. “Ada apa ustazd?”. Tanya salah seorang pengurus masjid yang kebetulan berada tidak jauh darinya. “Saya cari sandal saya.. tapi gak ketemui. Tadi rasanya saya taruh di sini, mungkin tertukar...”. “kayak apa sandalnya”. “Sandal kulit, masih baru. Baru sekali ni pakai”. “Itu bukan tertukar ustazd, tapi sengaja ditukar. Kemungkinan besar tak dapat kembali lagi ustazd”.
     “Ustazd muda itu hanya dapat manarik nafas panjang. belum rezeki. Bukan miliknya... gumamnya sekadar menghiburkan hati. Kesedihannya bukan kerana hilangnya sandalnya itu tetapi lebih tertuju kepada isterinya. Bagaimana bersinarnya mata isterinya ketika memberikan sandal itu dan meminta untuk memakainya pada solat Aidul Adha ini tergambar kembali dengan jelas. Rasanya tak sanggup ia menatap wajah teduh isterinya nanti ketika ia menjelaskan bagaimana nasib sandal pemberiannya itu. Paling tidak, isterinya pasti hanya akan tersenyum nipis sambil mengucapkan pasrah “gakpapa... lain kali kalau ada rezeki lebih, InsyaAllah kita beli lagi”. Tapi justeru itulah yang akan membuatkannya tidak sampai hati.Ketika dia sampai di depan rumahsakit,pamannya sudah ada di sana, menyambutnya lalu mengajaknya duduk di bangku panjang. Perasaannya tidak menentu. Dari tutur kata dan sikapnya, ia mempunya firasat bahawa sesuatu telah terjadi kepada isterinya. Dan ternyata benar.“Isterimu telah kembali ke Rahmatullah nak” ujar pamannya lirih nyaris tidak kedengaran. Tapi baginya umpama suara guruh yang menyambar telinganya. “Lebih kurang pukul delapan pagi tadi”.
      “Innalillahi wainna ilaihi raji’un,” desisnya dengan hati yang pedih. Dia tidak kuasa lagi menahan air matanya dari jatuh. Pamannya mencoba menenangkannya.“Tapi Alhamduilillah bayinya dapat diselamatkan...”. “gimana dengan keadaannya?’ “ Baik, gemuk dan sehat...tangisannya pun kuat”. Alhamdulillah..“ini ada pesanan dari isterimu” kata pamannya sambil menyerahkan sepucuk surat yang telah lusuh.

Bismillahhirrahmanirrahim...
Abang tersayang,
      Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Rabb Pencipta Alam atas rahmat, nikmat dan kurnianya. Selawat dan salam untuk Rasululllah Shollalloh hu Alaihi Wassalam, keluarga, sahabat dan pengikutnya.
Abang,
      Ummi tidak dapat menulis panjang. Ummi merasa semakin lemah... dan rasanya waktu Ummi semakin dekat. Ummi selalu berdoa agar anak kita lahir selamat dan tidak kurang satu atau apa pun. Kalau nanti ia lahir selamat dan Ummi tidak sempat menjaga dan membesarkannya,Ummi redha. Sebab Ummi yakin, InsyaAllah abang akan mengasuhnya seperti yang abang harapkan. Ummi tinggalkan anak itu kepada abang...
Abang,
      Ummi minta ampun dari hujung rambut sampai hujung kaki kiranya Ummi pernah melakukan kesalahan sama abang selama kita bersama. Halalkan makan minum Ummi... dan redhalah atas kepergian Ummi ini...
Abang,
   Sandal yang Ummi hadiahkan itu Ummi beli dari Ukhit Hasanah, masih nyicil pembayarannya..Kalau ternyata Ummi tidak sempat membayarnya, tolong abang bayarkan untuk Ummi ya.

Semoga Allah senantiasa melindungi dan merahmati kita. Amiin... Wassalam Ummi...

     Kertas lusuh itu basah dengan airmatanya. Rupanya isterinya telah merasa dirinya akan menghadap ilahi. Dilipatnya kembali surat terakhir itu. Tak sempat mendengar kata-kata yg lembut dari isterinya saat memberitau sandalnya yang hilang itu seperti yang dibayangkan. Teringat ia akan sabda Rasulullah Shollalloh hu Alaihi Wassalam: jihadnya wanita itu adalah saat ia melahirkan.Sungguh beruntung engkau, Ummi. Kesedihannya perlahan tersingkir oleh rasa syukur dan bangga terhadap isterinya. Isterinya pergi setelah menyelesaikan kewajiban yang paling mulia bagi seorang wanita, iaitu melahirkan seorang bayi yang masih suci dan bersih.

InsyaAllah akan selalau kujaga amanahmu ini, bisiknya seperti memperoleh kekuatan baru. Selamat jalan mujahidahku...!!

?Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlahpara malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan
menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

? Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.

? Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.


Barakallahu Fiikum
Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

SEMOGA BERMANFAAT BAGI REKA_ZAVIER'S ^-^

Jumat, 16 Januari 2015

DO'A WANITA SOLEHAH

Sekiranya Aku Menjadi Pilihanmu..
Sekiranya kau pilih aku sebagai permaisuri hati,Pimpinlah aku menuju ridho_Nya ,bukan membuka jalan untukku melangkah ke Neraka.
Tutuplah  matamu memandangku keranarupa, harta dan kelebihanku,pandanglah aku dengan kekuranganku,Nilai kembaliniatmu,masihkah kau sanggup menghadapi segala kelemahanku.
Sekiranya kau pilih aku sebagai permaisuri hati,Jangan rosakkan hatiku dengan merinduimu,Hentikanlah madah-madah terindahmu untukku,Sehingga saat halal itu berlaku,aku mohon agar kau sandarkan niatmu,kepada yg menentukan ,aku pinta agar kau sentiasa dalam Istikharah,agar kita kan bisa menemukan insan yg tepat, bukan sekadar menjadi bahan ujian sementara.
Sekiranya kau pilih aku menjadi permaisuri hati,Ketahuilah ,tidak ku pinta kemewahan dunia,Tidak ku mahu kaya harta,tetapi aku minta,Jadikan aku suri yang bisa mendapatkan Istana diakhirat sana,Berikan aku jaminan,Untuk bersamamu lagi sesudah mati dalam redha_Nya.
Sekiranya kau pilih aku dan jika Allah mengizinkan aku memilihmu,Ketahuilah,aku akan memilihmu kerana_Nya.
Saat itu apabila aku tertanya- tanya,kenapa kau memilih aku,
Jawapannya ialah “Kau memilih aku kerana_NYA”
" Ya Allah,tutuplah mata ini dari memandang seseorang kerana dunia yang ada padanya.
Biarkan mata hatiku berbicara tatkala insan yang Kau reda dan yang ku tunggu sudah tiba.
"Ya Allah, aku serahkan hatiku pada_Mu..
 Jaga hatiku dan kembalikanlah padaku hanya bila Kau mengatakan bahawa dia lah yang terbaik untuk aku serahkan hatiku padanya...
Ya Allah Yang Maha Berkuasa, Maha Melindungi dan Maha Memelihara...Peliharakanlah hatiku agar aku tidak salah dalam melabuhkan cintaku..
Dan bila aku menemui orang itu, tunjukkanlah aku jalan yang meyakinkanku bahawa dialah jodohku yang telah Engkau tetapkan untukku...bimbinglah aku agar rasa cintaku padanya tidak akan pernah berunsurkan nafsu semata dan agar cintaku sentiasa berada di landasan yang benar, mencintai untuk mendapatkan redha_Mu .
Ya Allah... Ya Rabbal Alamin, jika cinta ini memang bukanlah dari_Mu, dan bukanlah yg telah Engkau pilihkan untukku, maka jagalah hatiku dari tergoda, agar sisi putihnya hati dapat melihat isyarat itu dan terjaga diri ini dari sakit, kecewa dan cinta yg berlebih kerana hadirnya.
Jagalah hati ini agar hanya tertaut kepada cinta yg terpaut pada_Mu, berharap cinta ini tertawan, oleh yang hatinya telah tertanam untuk mencintai_Mu, kudambakan rindu yang hadir menyapa, hanya kepada insan yang merindukan sujud kepada_Mu.
Secuil fitrah cinta ini tak pernah mampu menerima cinta_Mu, meski sebesar zarrah. 
Maka biarkan cinta ini hanya berlabuh kepada cinta yang Engkau pilih dan halalkan untukku Sesungguhnya hanya pada_Mu ku berserah.. Aamiin Ya Rabbal'Alamin ..

Rabu, 14 Januari 2015

10 TANDA KIAMAT_REKA ZAVIER

                                                      -=10 Tanda Kiamat=-



           Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah SAW dalamhadis ini adalah tanda-tanda
qiamat yang besar-besar, akanterjadi di saat hampir tibanya hari qiamat.
 Sepuluh tanda itu ialah:

1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti flu di kalangan orang- orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.

2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan merenggut keimanan, hingga banyak orang yang akan terpedaya dengan rayuannya.

3. Binatang besar yang keluar bergerombol dari Bukit Shafa di Mekah yang akan membawa berita bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah SWT.

4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah SWT tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.

5.Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam \ Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleH orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.

6. Keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan dimuka bumi ini, yaitu apabila mereka bisa menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.

7. Gempa bumi di Timur.

8. Gempa bumi di Barat.

9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.

10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.

PENCERAH HATI_REKA ZAVIER

:::KARENA SENDAL DIMASJID, SATU KELUARGA MUALLAF:::



Tertarik dengan ajaran Islam, satu keluarga Katholik di Dusun Sigarap Desa Sikoran Danau Paris memutuskan masuk Islam. Teungku Jamaluddin, Da’i perbatasan di desa Napagaluh Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil mengatakan telah mensyahadatkan satu keluarga Katholik hari Sabtu.



Menurut keterangan Teungku Jamaluddin, kesan dan alasan mereka sehingga memutuskan untuk masuk Islam disebabkan karena mereka melihat adanya keseragaman umat Islam dalam beribadah terutama ketika datang ke masjid semua berbusana yang sama dengan memakai mukena putih sehingga tidak menghilangkan perbedaan antara kaya miskin.



“Islam juga melarang kita menampakkan aurat kepada orang lain,” ujar Jamaluddin Sabtu, (27/04/2013) kemarin.



Kelima muallaf ini adalah; Tias Mida Br Sitorus (orang tua), Rika Maria Br Malau (Anak Perempuan), Reno Josep Malau (Anak Laki-laki), Romiana Maria Br Malau (Anak Perempuan) dan Rikki Neysyen Josep Malau.



Menurut keterangan muallaf kepada Teungku Jamaluddin, alasan lain memutuskan masuk Islam adalah karena mereka terkesan dengan agama Islam melalui ajaranya yang sangat selektif dalam memilih makanan yang bersih dan kesucian lain. Hal ini, menurutnya membuat banyak umat Islam yang “bercahaya” wajahnya. Apalagi saat melakukan ibadah sebelumnya mereka diperintahkan untuk bersuci.



Dan yang paling mereka suka dan tertarik ketika melihat umat Islam datang ke masjid untuk beribadah, mereka diwajibkan untuk membuka sepatu dan sandal agar bisa masuk ke Masjid karena mereka sangat menyadari bahwa Masjid itu adalah rumah Allah (rumah tuhan) yang wajib dijaga kesuciannya.



Sementara itu, di daerah dekat masjid tempat Teungku Jamaluddin bertugas untuk dilakukan pembinaan intensif dalam mengajari dasar-dasar agama Islam.



Sebelumnya, Teungku Jamaluddin dan kawan-kawannya juga sudah mensyahadatkan banyak pemuda Katolik dan saat ini mereka dibawa ke lembaga pendidikan dayah di beberapa dayah di Aceh untuk mendapatkan pendidikan Islam yang intensif. Salah satu dayah yang menampung muallaf ini adalah Dayah Mahyal Ulum di Kecamatan Sibreh Aceh Besar.



Perhatian pemerintah kurang Meski kebutuhan pembinaan muallaf di Aceh cukup besar, menurut Jamaluddin, hingga saat ini mereka kekurangan bantuan biaya pendidikan mereka. Karena itu Jamaludin mengharapkan perhatian pemerintah khususnya instasi yang menangani santunan dan bantuan para muallaf yang baru masuk Islam seperti Baitul Maal dan juga masyarakat Muslim lainnya yang memiliki kemampuan.



Menurut Teungku Jamaluddin, keluarga ini merupakan kurang mampu dan juga mereka anak yatim yang sudah di tinggalkan ayahnya 5 tahun yang lau. Mereka mempunyai keinginan dan kesungguhan untuk mempelajari Islam. Mereka memiliki enam bersaudara, sedangkan dua anggota keluarga lagi masih berada di Kabanjahe dan Dolok Sanggul Sumatera Utara yang isyaAllah kedua orang ini akan menyusul masuk Islam kata Ibunya seperti yang dituturkan oleh Teungku Jamaluddin.



Setelah mengaku mensyahadatkan satu keluarga ini, Jamaluddin yang juga da’i perbatasan yang telah dikirim oleh Dinas Syari’at Islam Prov. Aceh ini saat ini sedang berupaya mencari rumah kontrakan untuk keluarga mualaf tersebut. 



Siapa mau bantu? Langsung hubungi ke dakwatuna.com